Jakarta, SiaranIndoonesia --
CEO PT Liga Indonesia Baru (LIB) Tigor Shalomboboy menyatakan aksi
solidaritas 'Bebaskan Palestina' di dalam stadion tidak termasuk
pelanggaran dalam tata krama menonton pertandingan kompetisi Liga 1 dan
Liga 2.
Dalam beberapa laga yang ada di Liga 1, ada kibaran bendera Palestina di dalam stadion. Tigor menyatakan hal itu bukanlah sebuah pelanggaran.
"Hal tersebut bukan pelanggaran, karena hanya mengibarkan bendera. Kecuali ada atribut lain yang memang menyinggung SARA," kata Tigor kepada CNNIndonesia.com , Selasa (1/8) sore.
Dalam beberapa laga yang ada di Liga 1, ada kibaran bendera Palestina di dalam stadion. Tigor menyatakan hal itu bukanlah sebuah pelanggaran.
"Hal tersebut bukan pelanggaran, karena hanya mengibarkan bendera. Kecuali ada atribut lain yang memang menyinggung SARA," kata Tigor kepada CNNIndonesia.com , Selasa (1/8) sore.
Lihat juga:Polisi Tangkap Pengeroyok Bobotoh Ricko Andrean |
Senada, Direktur Kompetisi PT LIB Risa Adi Wijaya, mengatakan hal tersebut bukan merupakan sebuah penyimpangan aturan.
Membawa atau membuat koreografi bendera Palestina, belakangan menjadi buah bibir masyarakat pecinta sepak bola Indonesia.
Aksi solidaritas tersebut sebagai bentuk simpati khususnya suporter sepak bola muslim Indonesia, terhadap meningkatnya tensi konflik antara Palestina dan Israel.
Lihat juga:Persib Butuh Predator Lini Depan |






0 comments:
Post a Comment