Jakarta, LapakBerita -- Promosi dan
degradasi yang terjadi di Liga 2 membuat para suporter 'menggila'. CEO
sekaligus Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru, Risa Adi Wijaya,
menilai hal tersebut menjadi salah satu sebab kerusuhan suporter yang
timbul baru-baru ini.
Musim depan, kata Risa, Liga 2 akan mengerucut dari yang sebelumnya 61 tim menjadi 24 tim. Sebagian tim akan ada yang promosi ke Liga 1, tetap di Liga 2, atau degradasi ke Liga 3.
"Kalau saya lihatnya, ini adalah pertama kalinya di mana Liga 2 dikerucutkan menjadi 24. Memang kami sudah prediksi akan terjadi tingkat tensi yang semakin meninggi. Bisa dibayangkan, sebelumnya selama dua tahun tak ada promosi-degradasi," kata Risa kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (12/10) petang. Agen Togel Terpercaya
Musim depan, kata Risa, Liga 2 akan mengerucut dari yang sebelumnya 61 tim menjadi 24 tim. Sebagian tim akan ada yang promosi ke Liga 1, tetap di Liga 2, atau degradasi ke Liga 3.
"Kalau saya lihatnya, ini adalah pertama kalinya di mana Liga 2 dikerucutkan menjadi 24. Memang kami sudah prediksi akan terjadi tingkat tensi yang semakin meninggi. Bisa dibayangkan, sebelumnya selama dua tahun tak ada promosi-degradasi," kata Risa kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (12/10) petang. Agen Togel Terpercaya
"Tensi tinggi juga karena dua tahun vakum
kompetisi [akibat sanksi Menpora dan FIFA]. Sekarang mereka kesenangan
tim kebanggaannya bertanding," katanya menambahkan.
Mengenai status Liga 3 akan berlangsung
dengan format semi-profesional atau profesional, PT LIB masih menunggu
arahan dari PSSI. Yang pasti, lanjutnya, tetap akan ada promosi dan
degradasi untuk musim depan. Promo Deposit Harian
Menunggu Sanksi Komdis PSSI
Lebih lanjut, Risa mengatakan saat ini sedang menunggu keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait kekerasan yang lagi-lagi terjadi dalam sepak bola Indonesia.
Menunggu Sanksi Komdis PSSI
Lebih lanjut, Risa mengatakan saat ini sedang menunggu keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait kekerasan yang lagi-lagi terjadi dalam sepak bola Indonesia.
Yang pertama terjadi belakangan ini adalah
tawuran antara pemain Persewangi vs PSBK Blitar di Stadion Kanjuruhan,
Selasa (10/10). Keesokan harinya, kerusuhan juga terjadi antarsuporter
usai PSMS Medan kontra Persita Tangerang di Stadion Mini Persikabo, Rabu
(11/10).
"Untuk kejadian pertama [Persewangi vs PSBK Blitar] itu keputusan Komdis sudah keluar. Intinya pertandingannya sah dan dinyatakan Persiwangi kalah WO dengan skor 3-0, serta denda Rp100 juta atas perilaku buruk," ucap Risa. Agen Casino Terpercaya
Sementara kejadian kedua belum ada keputusan. Saat ini, PT LIB masih mengumpulkan bukti-bukti laporan dari komisioner pertandjngan maupun orang-orang yang berada di lokasi kejadian.
"Untuk kejadian pertama [Persewangi vs PSBK Blitar] itu keputusan Komdis sudah keluar. Intinya pertandingannya sah dan dinyatakan Persiwangi kalah WO dengan skor 3-0, serta denda Rp100 juta atas perilaku buruk," ucap Risa. Agen Casino Terpercaya
Sementara kejadian kedua belum ada keputusan. Saat ini, PT LIB masih mengumpulkan bukti-bukti laporan dari komisioner pertandjngan maupun orang-orang yang berada di lokasi kejadian.
"Segala bukti-bukti tersebut akan diserahkan ke Komdis," ucapnya melanjutkan.
Risa berharap kekerasan sepak bola Indonesia dapat dihentikan, sehingga pertandingan bisa berjalan dengan adil. Ia ingin penonton sepak bola Indonesia bisa menikmati pertandingan dengan perasaan aman dan nyaman.
Risa berharap kekerasan sepak bola Indonesia dapat dihentikan, sehingga pertandingan bisa berjalan dengan adil. Ia ingin penonton sepak bola Indonesia bisa menikmati pertandingan dengan perasaan aman dan nyaman.
"[Sepak bola] jangan jadi tempat perseteruan.
Tidak sulit sebetulnya untuk menghentikan kekerasan di sepak bola, kami
butuh waktu dengan segala macam usaha," ujar Risa.
"Tak hanya pencegahan, tapi juga edukasi. Baik dari tim sepak bola, maupun pengadil di lapangan," ujarnya lagi.
Sementara itu, Chief Operation Officer PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigor Shalom Boboy, memahami keributan yang terjadi di Liga 2. Menurutnya, hal itu merupakan dinamika kompetisi.
Meski begitu, Tigor berpendapat agar semua pihak bisa menahan diri di masa mendatang ketika sedang bertanding di dalam maupun luar lapangan. "Protes tidak berlebihan, menjaga sportivitas di kompetisi," tuturnya.
"Tak hanya pencegahan, tapi juga edukasi. Baik dari tim sepak bola, maupun pengadil di lapangan," ujarnya lagi.
Sementara itu, Chief Operation Officer PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigor Shalom Boboy, memahami keributan yang terjadi di Liga 2. Menurutnya, hal itu merupakan dinamika kompetisi.
Meski begitu, Tigor berpendapat agar semua pihak bisa menahan diri di masa mendatang ketika sedang bertanding di dalam maupun luar lapangan. "Protes tidak berlebihan, menjaga sportivitas di kompetisi," tuturnya.








0 comments:
Post a Comment